Tokoh

KGPH Hadiwidjojo

Kanjeng Gusti Panembahan Hadiwidjojo
Tempat  Lahir: Surakarta

KGPH. Hadiwidjojo adalah seorang budayawan yang tergolong maju pemikirannya. Beliau merupakan salah satu cucu dari Paku Buwana X dari Keraton Surakarta. Beliau adalah seorang pencetus Kerisologi, atau ilmu tentang Keris. Beliau telah membuat Keris menjadi dikenal luas oleh masyarakat melalui pameran dan seminar-seminar sejak tahun 1960-an.

Sebagai orang dalem Keraton Surakarta, KGPH Hadiwidjojo tahu betul seluk-beluk budaya Jawa. Sebagai seorang yang berpandangan maju, beliau ingin agar budaya Jawa dikenal luas di dunia luar Keraton, karena itu Beliau mulai menulis dan menggubah Tarian Sakral Bedhaya Ketawang yang tadinya hanya diketahui oleh kalangan terbatas di dalam Keraton menjadi dikenal luas sampai dunia internasional.

KGPH Hadiwidjojo juga turut memprakarsai dan menjadi Ketua Paguyuban BOWOROSO Tosan Aji di Solo, pada tahun 1959. Boworoso, bermakna sarasehan, perbincangan, dan diskusi yang mendalam tentang keris. Mendalam dalam arti topik perbincangan tidak hanya membatasi diri pada keindahan belaka tetapi juga kepada jaman pembuatan atau tangguh, perlambang serta dayagunanya.

Karya-karya:
Menulis dan menggubah Tari Sakral Bedhaya Ketawang
Menulis Buku Kagungan Dalem Buku Gambar Dhapur Dhuwung Saha Waos, atau yang saat ini dikenal dengan judul Dhapur

Penghargaan yang pernah diperoleh:
Mendapat Bintang Sri Kabadio Tingkat I dari Keraton-dalem Surakarta Hadiningrat.
Bintang Sri Nugroho Tingkat I dari Keraton-dalem Surakarta Hadiningrat.
Medali Jumenengan 40 tahun SISKS Paku Buwono IMSIW ke X
Piagam Pasar Malam Surakarta 200 tahun.
Pengukuhan Penghargaan Gelar “Maharsi Tama” dari Universitas Nasional Saraswati tahun 1975.
Penghargaan “Kanjeng Gusti Panembahan Hadiwijojo” tahun 1978 dari Keraton-dalem Surakarta Hadiningrat.
Bintang Satyalancana Kebudayaan Republik Indonesia.
Bintang Satyalancana Perikemanusiaan Republik Indonesia.
Bintang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penghargaan dari Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Perintis Pendirian Universitas Negeri Sebelas Maret (sekarang UNS) tahun 1976
Satyalancana dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 1981.
Bintang-bintang dari Manca Negara: Nederland, Swedia, Italy, Tunisia, Siam, Kamboja, Cina, Chiang Kei Sek.

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button