Teater

Publik Mesir Terpukau Penampilan Teater Indonesia

Penulis : Mustafa Abd. Rahman | Minggu, 5 Agustus 2012 KAIRO, KOMPAS.com -Publik Mesir terpukau oleh penampilan sekitar 40 pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir dalam sebuah teatrikal tentang episode penting dalam sejarah hubungan Indonesia-Mesir dalam acara Ramadhan Night from Indonesia di theater termegah di Mesir, Cairo Opera House pada Sabtu malam (4/8/12). Small Theater Cairo Opera House yang berkapasitas 350 kursi terlihat penuh, bahkan masih banyak yang tetap setia hingga akhir acara meskipun tidak mendapat tempat duduk. Para penonton yang sebagian besar adalah warga negara Mesir terlihat puas dengan penampilan drama yang disajikan dalam bahasa Arab. Selain mereka, hadir pula para mitra dari KBRI Kairo, insan pers, dan sebagian warga negara Indonesia. Demikian keterangan pers KBRI Kairo seperti dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Raman, dari Kairo – Mesir. Alkisah, sekelompok penduduk suatu negeri yang tengah menari Tor-Tor sebagai ungkapan kegembiraan tiba-tiba terhenti dan mereka bergelimpangan oleh tembakan-tembakan penjajah Belanda. Setelah itu, penjajah Belanda pun tergeser oleh kehadiran penjajah Jepang. Dalam keadaan terjajah, rakyat negeri itu berupaya mengusir penjajah dengan berlatih berbagai macam ilmu beladiri hingga akhirnya dapat mengusir penjajah dan memproklamirkan kemerdekaannya. Kemudian, nun jauh di negeri lain, mahasiswa negeri tersebut yang belajar di Mesir setelah mengetahui kemerdekaan negerinya, berupaya keras untuk mendapatkan pengakuan dari Mesir. Akhirnya tercatat dalam sejarah bahwa Mesir merupakan negara yang mengakui kemerdekaan negerinya. Aksi teatrikal itu diperankan oleh pantomim dan diperkaya dengan beberapa kesenian tradisional Indonesia seperti tarian Tor-Tor, pencak silat Banten dan Tapak Suci, tari Zapin, dan tari Gambang Semarang. Dalam sambutannya, Duta Besar RI di Mesir, Nurfaizi Suwandi menekankan pentingnya rakyat dari kedua negara untuk mengingat kembali potongan sejarah penting mengenai hubungan kedua negara. Dengan itu diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat untuk membangun hubungan ke depan yang saling menguntungkan untuk menciptakan kesejahteraan masing-masing. Seorang wartawan Egyptian Gazette, Salwa Samir, sepulang berkomentar lewat akun Facebooknya. Dia menulis, “Sooooo happy to see you all in this wonderful Indonesian Night at Cairo Opera House….”. Indonesia selalu berpartisipasi dalam kegiatan malam Ramadhan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Mesir. Tahun ini adalah kali yang kedelapan bagi Indonesia. Selain Indonesia, ada 7 negara lain yang diundang oleh Kementerian Kebudayaan Mesir untuk tampil, yakni Sudan, Turki, Palestina, Pakistan, Maroko, Yaman dan Tunisia. Selain tampil di Kairo, grup Indonesia juga akan menghibur rakyat Mesir di kota Damenhur, Provinsi al-Bukhaira (200 km dari Kairo) dan di Alexandria (250 km dari Kairo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button