AgendaSeni Rupa

Pameran Tunggal Rosid: Menjadi Sawah

Pada pembukaan pameran tunggal-nya tahun 2005 Rosid menggambar potret ibunya langsung di tempat. Pameran itu ia persembahkan sebagai penghormatan pada Ibu Supiyem, orang yang telah melahirkannya. Dari sini kemudian terumuskan ide untuk mempersembahkan penghormatan pada sang ayah.

Pada pameran kali ini Rosid menghormati sang ayah, Pak Dapin, seorang petani di Desa Parigi. Ia diperkirakan berusia 85 tahun kini. Pada usia ketika seseorang layak menikmati masa istirahat, ketika semua anak-anaknya telah mandiri, Pak Dapin tetap mengisi hidupnya dengan bekerja. Rosid menjadikan sang ayah sebagai subjek karya-karyanya dalam upaya meneladani.

Rosid memulai kariernya sebagai pelukis sebagai juru gambar potret. Potret merupakan representasi dari diri seseorang. Dengan begitu, menggambar orang yang telah menghidupinya, membuat Rosid seperti pulang pada asal.

Dalam gambar figur, tubuh menjadi kosa-rupa lain di samping wajah. Dalam pembelajaran gambar figur, masih digunakan proporsi manusia ideal khas kaukasia. Sejarah penggambaran figur kental dengan pandangan rasis. Sementara lukisan potret bermula dari kebiasaan menggambar para raja. Orang-orang besar. Rosid tidak memulai dari sana. Sejak dulu ia menggambar orang-orang biasa, tubuh-tubuh yang tak sempurna.

Rosid kini tidak menggunakan pensil lagi. Ia menggunakan kuas, dengan pewarnaan pada skala abu-abu. Sapuan kuasnya seperti teknik arsir pensil. Efek ini lebih memberi kesan kedalaman pada gambar, namun dengan garis-garis yang lebih variatif. Figur jadi tampak lebih meruang. Kedalaman ini menyediakan keleluasaan bagi Rosid untuk mengolah karakter permukaan sosok-sosok di gambarnya.

Melalui gambar, Rosid menapaki jejak dari masa yang telah membesarkannya, jejak dari teladan orang-orang di sekitarnya.

Heru Hikayat
Kurator pameran
Pameran ini berlangsung pada:
22 November 15 Desember 2007
Galeri Soemardja
Jl. Ganesha 10 Bandung
Pembukaan:
22 November 2007 pk. 19.30
Dibuka oleh Bpk. Sunaryo

Serta akan dipamerkan kembali pada:
22 Desember 2007 5 Januari 2008
Galeri Semarang
Jl. Dr. Cipto no. 10 Semarang
Pembukaan:
22 Desember 2007

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button