Serba Serbi

Chamber Music Series Di CCF Bandung

Kota Bandung dikenal sebagai tempat lahirnya musisi di berbagai aliran musik. Pada Jum’at malam kemarin, pecinta musik klasik disuguhkan komposisi klasik karya Beethoven, Bruch, Bottessini, Brahms, Eccles, dan Thoene, oleh dua musisi klasik asal Indonesia dan Jerman. Dua musisi klasik itu adalah Ary Sutedja, pianis klasik, dan Marcel Becker seorang virtuoso double-bass asal Jerman. Mereka menyuguhkan permainan cantiknya di hadapan khalayak di dalam auditorium Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung kemarin (26/10) yang dihadiri oleh musisi Bandung dan pecinta musik klasik dari kota Bandung dan Jakarta��.

Program Chamber Music Series yang kemas oleh Mutia Dharma bersama CCF Bandung ini cukup memberi angin segar kepada masyarakat pecinta musik klasik di Bandung dan Jakarta. Oleh karena program tersebut dibagi menjadi beberapa konser kecil dengan musisi atau komposer yang berbeda di setiap kotanya dan pada tanggal yang berbeda pula��.

Ary Sutedja dan Marcel Becker berkolaborasi membawakan komposisi karya Beethoven, Bruch, Bottessini, Brahms, Eccles, dan Thoene dalam G Minor, C Mayor. Dalam konser kecil itu juga Marcel Becker sempat membawakan koposisi secara solois dalam mebawakan gubahan karya Thoene dalam tangga nada rezitativo Karl, Aleggro, Vargo, dan ditutup dengan Allegro. Permainan Marcel dengan double-bass yang itu cukup membuat pukauan pecinta musik klasik yang hadir di dalam ruangan konser itu. Pasalnya, penguasaan Marcel terhadap musik gubahan Thoene dapat dikatakan cukup baik. Apalagi penjiwaan Marcel terhadap komposisi itu dapat dilihat dan dirasakan dengan memperhatikan keindahan nada-nadanya��.

Demikian halnya dengan Ary Sutedja, harmoni yang dibangun dalam konser itu, antara piano dan double-bass, sungguh cantik dan indah untuk dinikmati. Pecinta musik klasik seakan dibawa ke negeri Eropa di mana musik-musik klasik diciptakan dan diperdengarkan hampir di setiap ruang publik yang khusus menyajikan musik-musik klasik��.

“Komposisi ini sering dibawakan di atas panggung, bukan karena komposisi ini sering dipandu oleh Conducter terkenal, tetapi karena variasinya. Dan Double-bass, bila hadirin sering mendengarnya, bukan instrumen asing untuk dinikmati khusunya oleh masyarakat pecinta musik klasik di perkotaan,” ujar Marcel Becker sebelum membawakan komposisi Allegro di Concerto “alla Mendelssohn” gubahan Giovanni Bottessini��

Ary Sutedja, pianis dari tanah air ini adalah seorang pianis klasik terkemuka di Indonesia. Ia adalah seorang master lulusan Towson State University di Amerika Serikat dan Konservatorium St. Petersburg, Rusia. Sejak kepulangannya ke Indonesia pada tahun 1993 ia aktif sebagai musisi, pengajar dan juri lomba musik klasik dan lain-lain. Sedangkan Marcel Becker adalah seorang virtuoso double-bass asal Jerman. Ia mulai menekuni alat musik bass pada usia 13 tahun. Ia menyelesaikan pendidikan musiknya di Folkwanghochschule di kota Essen dan Musikhochschule, Koeln, Jerman. Saat ini ia bermain dengan Royal Liverpool Philharmonic Orchestra dan orkestra kamar European Camerata. (Argus Firmansah/kontributor lepas KOKTAIL/Bandung. Selengkapnya baca KOKTAIL Edisi No. 008)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button